Welcome Myspace Comments

TO



Senin, 09 November 2009

Hidupku Terjerat Seks Bebas dan Narkoba


Dilahirkan dalam sebuah keluarga harmonis tidak menjamin kehidupan seorang anak bisa menjadi seseorang yang baik ketika bertumbuh dewasa. Demikianlah cerminan kehidupan Agustinus, sekalipun lahir dan bertumbuh dalam keluarga harmonis, namun kenakalan demi kenakalan yang dilakukannya sejak kecil menggiringnya ke dalam jebakan seks bebas dan narkoba.

“Waktu kecil saya bandel banget, saya akui bahwa yang saya mau cuma main. Bahkan kesekolahpun inginnya main saja,” demikian pengakuan Agustinus.

Tidak berhenti disitu, Agustinus malah memutuskan untuk berhenti sekolah. Hari-harinya dihabiskan untuk bermain dan bergaul dengan orang-orang yang tidak diketahuinya akan membawanya kepada kehancuran kehidupan.

Saat itu dia memiliki seorang teman yang kaya, namun gaya hidupnya buruk. Hingga suatu kali, Agustinus diajak ke tempat pelacuran untuk pertama kalinya. Awalnya dia takut, namun rasa ingin tahunya menghapuskan semua rasa takut yang sempat menyembul di sudut hatinya.

“Awalnya saya deg-degan, karena masih belum berani. ‘wah.. ngga mau ah..ngga mau ah…’”

Tapi temannya itu terus membujuk Agustinus, “Lo ngga nyesel lo.. ngga mau..!”

“Iya.. ngga nyesel..” jawabnya.

“Betul lo..”

Perang batin antara rasa takut dan rasa penasaran berkecamuk di pikiran dan hatinya. Tapi ternyata, rasa penasarannya lebih besar dan berhasil mengalahkan rasa takutnya.

“Iya deh.. klo gitu coba deh…” demikian akhirnya Agustinus melangkah kedalam jerat seks bebas.

“Akhirnya saya balik lagi, dan mengambil satu cewek.. wah ternyata enak..! Disitu saya mulai terjerat.”

Tidak berhenti hanya di pelacuran, Agustinus melakukan kumpul kebo (tinggal serumah dengan wanita tanpa menikah - red), dan juga menggunakan narkoba. Kehidupannya hancur, tubuhnya makin kurus kering, dan dia dihantui rasa bersalah.

“Saya kumpul kebo, hidup saya hancur, memakai narkoba. Untuk berpikir saja waktu itu sangat susah, tidak seperti sekarang ini. Selain itu tubuh saya juga kurus, seperti hanya tulang dibungkus kulit saja.”

“Terkadang saya merasa Tuhan menyadarkan saya, ‘Gus..lo salah.. lo salah..’ Saya merasa perasaan saya sangat tidak enak..”

Perasaan bersalah mulai menghimpit hatinya, keinginan untuk berhenti menggunakan narkoba itu ada terbersit namun pergaulannya membuatnya sulit untuk melepaskan diri dari ikatan yang sudah bertahun-tahun mengikatnya itu.

“Saya diajak ke diskotik, pada hal saya sudah ingin berhenti. ‘Aku dah ngga mau triping lagi,’tapi saya dipaksa dengan alasan ada teman yang ulang tahun. Ketika masuk mobil, saya seperti hilang ingatan. Saya dikerjain oleh teman-teman saya. Sewaktu sampai di rumah, saya mau telanjang bulat. Saya pikir saya sedang tidur dan bermimpi. Dalam halusinasi saya waktu itu saya sedang mau di baptis, saya mau bersih, dan ada sebuah danau. Jadi hayalannya seperti itu. Saya sedang buka baju, lalu kakak saya masuk dan menyuruh saya memakai baju kembali.”

Agustinus yang tidak sadar karena dalam pengaruh narkoba tidak menggubris permintaan kakak laki-lakinya. Hal tersebut membuat sang kakak gusar, setelah sempat bertengkar, sang kakak mengurung Agustinus di kamarnya. Namun tak pernah di sangka baik oleh Agustinus maupun kakaknya, di kamar tersebut Agustinus mengalami sebuah pengalaman supranatural.

“Saya lihat cahaya terang, seperti di film-film itu. Bintang terang itu masuk dan saya terpental kepojok kamar. Saya terluka dan mengeluarkan darah. Saya pikir mimpi, ternyata apa yang saya alami itu nyata.”

Hari itu Agustinus merasakan jamahan Tuhan dan dia memutuskan untuk berhenti dari semua keterikatannya baik narkoba, seks bebas bahkan pergaulan buruknya dia tinggalkan.

“Semua yang buruk yang saya pernah lakukan, saya akan berhenti Tuhan. Dan secara total hari itu juga saya bisa langsung berhenti.”

Sebuah mukjizat besar dialami Agustinus, dia benar-benar dibebaskan dari keterikatannya kepada seks bebas, narkoba dan rokok. Selain itu, hidupnya benar-benar diubahkan. Agustinus hari ini melayani sebagai seorang pelatih footsal.

“Saya mengucap syukur buat Tuhan karena Dia sudah memberikan hidup yang sehat. Kalau bukan karena Tuhan Yesus, mungkin sekarang saya sudah gila. Dia melepaskan saya dari narkoba, dari seks bebas dan juga rokok. Dia memberikan hidup yang baru buat saya. Terima kasih Tuhan.” (Kisah ini ditayangkan 8 Juli 2009 dalam acara Solusi Life O’Channel).

Sumber Kesaksian:

Agustinus (jawaban.com)

Kamis, 05 November 2009

Kisah Nyata Pramugari Selamat Dari Tragedi Kecelakaan Pesawat


Kisah Nyata - Aku berasal dari sebuah keluarga yang memprihatikankan. Ayahku seorang penjudi, sehingga ibuku yang harus banting tulang demi menghidupi keluargaku. Ibuku berprofesi sebagai penjual kue, aku pun sering membantunya. Ia menjual dagangannya dari rumah ke rumah. Sejak kecil aku merasa tertolak di lingkungan keluargaku, karena pernikahan orang tuaku tidak direstui oleh keluarga pihak ayahku. Bahkan kami tinggal di rumah berukuran 2 x 3 m dengan kondisi yang mengecewakan. Ketikaku masih kanak-kanak, tidak ada figur seorang ayah dalam hidupku. Ia sering berjudi. Jika ada di rumah, ia sering memarahi bahkan menghajarku. Begitu juga dengan ibuku, aku sering menjadi tempat pelampiasan kemarahannya ketika ia memiliki masalah dengan ayah.

Mencoba mengakhiri hidup

Tekanan-tekanan ini menjadikanku seorang pemberontak. Aku tidak mau mendengarkan perkataan ayah dan ibuku. Karena begitu tertekan dengan kehidupan yang kujalani, aku nekat mencoba bunuh diri dengan minum racun serangga, namun tidak berhasil dan aku pun masih dapat diselamatkan setelah dilarikan ke rumah sakit oleh pamanku.

Terjebak pergaulan buruk

Setelah lulus SMU, aku tidak dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi karena tidak ada biaya. Di usiaku yang ke 17, aku harus mencari pekerjaan. Karena kekurangan figur ayah dari kecil, akhirnya aku mencari figur seorang ayah dari pacarku saat itu. Namun, karena sering ribut, ibuku tidak menyetujui hubunganku dengannya sehingga aku merasa sangat marah dan kabur dari rumah. Aku terjerumus ke dalam jurang dosa. Aku pun mulai mengkonsumsi minuman keras, rokok, bahkan narkoba.

Kesombongan

Tahun 2002, aku mendapat panggilan dari pihak jasa penerbangan komersil, Lion Air, untuk interview. Setelah melalui beberapa rangkaian tes, aku dinyatakan lulus diterima menjadi seorang pramugari. Sejak saat itu kehidupanku mulai membaik dan menjadikanku sombong dengan keberadaanku saat itu. Dengan uang yang aku miliki, aku menggunakan seluruhnya untuk bersenang-senang dan merasakan kehidupan yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Kurang lebih 2 tahun aku hidup bebas seperti ini.

Bencana Menimpa

Sampai sewaktu ketika di awal November 2004, aku merasa tiba-tiba ingin meninggalkan rumahku. Ketika kukatakan hal ini pada ibuku, ia berkata bahwa ia juga pernah bermimpi melihatku terbaring lemah di ICU dengan darah berlumuran di sekujur tubuhku. Tetapi kami menepis firasat buruk itu. Ketika bertugas hari itu, di dalam pesawat sempat aku merasakan sesuatu yang aneh. Aku melihat seluruh wajah teman-temanku diliputi kegelapan dan menyeramkan untuk dilihat. Namun lagi-lagi aku mengalihkan pikiranku dari firasat itu. Saat itu cuaca memang tidak baik. Penerbangan kami kali ini disertai dengan goncangan-goncangan kecil, hujan dan suara petir juga terhalang awan-awan tebal.

Braaaakkkkk…..drrrkkkkkkssss…trraaaakkkkk…bunyi disertai dengan goncangan sangat keras ini mengagetkan semua penumpang dalam pesawat. Semua berteriak histeris. Suasana menjadi gelap dan barang-barang berhamburan kemana-mana. Sementara terjadi goncangan itu, aku sempat berteriak : “Tuhan, tolong aku…. Ada apa ini, Tuhan? Apapun yang terjadi, tolong aku, Tuhan…” Setelah itu aku tidak tahu apa yang terjadi sampai akhirnya ada seorang bapak yang menemukanku di tumpukan para korban kecelakaan lainnya yang telah meninggal. Kondisiku saat itu sangat mengenaskan sehingga orang-orang mendugaku sebagai korban pramugari lain yang meninggal. Aku pun dilarikan ke rumah sakit dan sempat koma selama 8 hari, sampai akhirnya aku dibawa ke Singapura untuk mendapatkan operasi dan perawatan intensif karena luka serius di wajah dan kaki. Beberapa dokter telah kami datangi, namun semuanya mengatakan aku sulit untuk disembuhkan karena tulang kakiku mengalami pembusukan dan bernanah. Jalan satu-satunya menurut mereka adalah kakiku harus diamputasi. Mendengar hal itu, aku dan ibuku terus membangkitkan iman kepada Tuhan supaya aku tidak menjadi lumpuh karena tidak ada kaki lagi. Tuhan menjawab doa kami, kakiku berhasil sembuh tanpa harus diamputasi.

Rasa senang itu tidak berlangsung lama karena setelah melihat wajahku dicermin, aku berteriak histeris karena seperti melihat wajah monster diwajahku sendiri. Banyak jahitan di sana sini dan tidak enak dipandang. Selama menjalani pengobatan itu, aku mengeluh dan bertanya pada Tuhan, “mengapa ini terjadi padaku.” Aku terus menyalahkan Tuhan dan berpikir bahwa Ia tidak mengasihiku sama sekali. Tiba-tiba aku dipertemukan dengan seorang laki-laki berusia 16 tahun. Ketika ia melihatku, ia tertawa. Padahal selama ini orang-orang selalu menatapku dengan rasa iba. “Hei..kenapa menertawaiku??” tanyaku. Ia pun menjawab : “tampangmu sangat suram!” Ternyata remaja itu akan menjalani operasi, kakinya akan diamputasi besok. Mengetahui hal itu, hatiku tersentuh dengan belas kasihan dan mengintrospeksi diri sendiri. Jika dia saja bisa tertawa dan bersyukur juga bersukacita padahal ia tahu bahwa ia akan menjadi orang cacat sebentar lagi, mengapa aku tidak bisa mencontohi apa yang ia lakukan? Aku pun sedikit terhibur dengan jawabannya itu..haha…

Aku dipulihkan

Remaja itu menginspirasikanku untuk menyadari betapa jahatnya aku karena menyalahkan Tuhan atas kejadian ini. Sejak saat itu aku merasa dipulihkan dan hatiku diubahkan sepenuhnya. Aku berdoa memohon ampun pada Tuhan dan aku tahu Dia telah mengampuniku jauh sebelum aku meminta ampun padaNya. Aku jadi lebih bersemangat dalam menjalani hidupku. Dan aku yakin Tuhan pasti menolong dan menyembuhkanku. Walaupun hari-hari pengobatan yang aku alami sangatlah berat dan melelahkan, tapi aku berusaha menjalani dengan penuh sukacita. Perlahan tapi pasti, kesehatanku dipulihkan seiring dengan pemulihan hidupku di dalam Tuhan. Dan mukjizat kesembuhan yang ajaib terjadi padaku. Aku tidak cacat seperti yang terbayang sebelumnya ketika aku melihat kaki dan wajahku akibat tragedi pesawat beberapa waktu yang lalu.

Kehidupan keluargaku juga dipulihkan

Melalui peristiwa ini, keluargaku pun dipulihkan. Tuhan bekerja dengan cara yang sangat luar biasa dalam hidup kami. Lewat mukjizat yang telah Tuhan kerjakan dalam hidupku, aku menyerahkan seluruh hidupku padaNya dan menjadi pelayan Tuhan di gerejaku saat ini. Tuhan bekerja begitu ajaib dalam hidupku. Pengalamanku ini telah menjadi inspirasi dan kekuatan bagi banyak umat Tuhan yang mendengarkan kesaksianku di gereja-gereja.

Sumber Artikel : Jawaban.com
Sumber Kesaksian : Laura Lazaru

Rabu, 04 November 2009

Kuasa Kasih


Bacaan: I Tesalonika 3:11-13

kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih... - I Tesalonika 3:12

Hal-hal paling baik dan paling indah di dunia ini tidak bisa dilihat dengan mata, atau disentuh ... tetapi dirasakan dengan hati.

Anda mungkin pernah membaca kata mutiara yang sangat menyentuh hati tersebut. Hanya mungkin Anda tidak pernah tahu sebelumnya bahwa pengarang kata mutiara tersebut adalah Helen Keller, seorang wanita yang buta tuli sejak berusia 19 bulan. Karena cacat itulah Helen bertumbuh menjadi anak yang susah diatur. Dia tidak bisa melihat dan tidak bisa mendengar suara apapun. Dia tak bisa berkomunikasi dengan dunia sekitarnya.

Rasanya hampir mustahil untuk membuat Helen bisa berkomunikasi karena ia buta sekaligus tuli. Adalah seorang Anne Sullivan yang penuh dengan kasih mencoba mengajari Helen untuk bisa berkomunikasi. Anne mengajari Helen untuk membaca gerakan tangannya di atas telapan tangan Helen. Setelah sekian lama tanpa hasil, akhirnya Helen bisa mengerti juga dengan apa yang dimaksud Anne lewat sentuhannya di atas telapak tangannya. Semenjak itu kemampuan belajarnya jauh di atas orang normal meski ia buta dan tuli. Sampai hari ini kita mengenal Helen Keller sebagai seorang pembicara yang luar biasa, menjadi berkat bagi banyak orang dan jasanya terus dikenang sampai sekarang.

Meski namanya jarang dibicarakan, saya sangat salut dengan Anne Sullivan. Mengajari orang buta- tuli bukan hal yang mudah, dan rasanya juga mustahil. Namun karena ia didorong oleh kasih, maka tak ada kata menyerah atau putus asa, bahkan akhirnya hal yang tidak mungkin pun menjadi mungkin! Kasih lah yang pada akhirnya mengubah kehidupan seseorang.

Kasih membuat perilaku suami berubah, bukan omelan. Kasih membuat pernikahan yang tawar menjadi manis, bukan kemewahan yang kita berikan. Kasih membuat anak-anak kita menjadi taat, bukan hadiah-hadiah yang kita berikan. Ada kuasa di dalam kasih. Kasih akan mengubah. Kasih akan memulihkan. Kasih akan memperbarui. Kasih akan membuat yang tak mungkin menjadi mungkin. Itu sebabnya anugerah terbesar adalah ketika kita menerima kasih dan perbuatan terbesar adalah ketika kita membagikan kasih.

Ijinkan kasih bekerja dan memerintah kehidupan kita.

http://www.renungan-spirit.com/belanja/renungan-harian-spirit.html

Senin, 02 November 2009

Persiapan Natal

Gambar Persiapan Ucapan Natal

Christmas Myspace CommentsChristmas Myspace Comments

Christmas Myspace Comments Christmas Myspace Comments
Christmas Myspace CommentsChristmas Myspace Comments
Christmas Myspace Comments

Christmas Myspace Comments

Gambar ini gambar animasi, di FB tidak dapat melihat animasinya, untuk melihat dan mengcopynya di Hardisk anda silahkan klik Kiriman Aslinya (klik dibawah Kiriman)

Alkitab Electronik

Layanan Download Software Alkitab Elektronik

Buku 01

Software Alkitab ini dirancang khusus dalam rangka menyediakan Firman Allah dalam media elektronik bagi umat Kristiani di Indonesia. Produk ini diharapkan dapat bermanfaat bagi Pendeta, Pastor dan pengerja Kristiani, bahkan kaum awam sekalipun yang ingin mempelajarinya lebih mendalam. Silahkan download Alkitab yang ada di website ini dan bagikan kepada teman dan saudara kalian, semoga menjadi berkat.

Program ini memiliki kemampuan pencarian kata dan ayat, navigasi yang mudah dan program Alkitab ini juga dilengkapi dengan ayat referensi silang, daftar perumpamaan, nubuat dan penggenapannya, peta beserta kamus. Program ini juga memuat 13 teks Alkitab lengkap dan 11 teks Perjanjian Baru dalam bahasa Indonesia.

Program ini dilengkapai fasilitas mencari kata dan prase, ayat referensi silang, daftar nubuat dan penggenapannya, peta beserta kamus Alkitab.

Di harapkan bagi saudara untuk membeli produk yang original di toko buku Kristen terdekat, saudara bisa mendapatkan program Alkitab ini dengan harga yang sangat murah, yaitu Rp 20.000,-

Jika saudara merasa produk Alkitab Elektronik ini bermanfaat bagi saudara, belilah program tersebut untuk mendukung pelayanan LAI!!! God Bless…

Bila anda berminat

Download Sekarang

Cara Instalasi: (Cara Instalasi dalam Text File untuk di Print)

1. Download file instalasi PA ke harddisk anda. (Silahkan pilih dari Kristen Online)
2. Buat sebuah folder baru.
3. Extract/ Unzip semua zip file ke dalam folder baru tersebut.
4. Jalankan Setup.exe dan ikuti langkah-langkahnya.

Catatan:
Apabila pada saat instalasi terdapat peringatan error
karena komponen tertentu (biasanya: SHDOCVW.DLL),
abaikan error tersebut (tekan ignore) dan tekan
Yes pada pilihan untuk continue.

Selamat mencoba

Minggu, 01 November 2009

Lagu Mp3 Rohani Anak-anak Nikita

Download Lagu Rohani Anak-anak, agar anak-anak lebih memahami kasih Yesus

Sabtu, 31 Oktober 2009

Bahtera Nabi Nuh Ditemukan di Turki


Written by Daniel Alamsjah, on 03-12-2008 16:53

penelitian arkeologi

Bahtera (kapal) Nuh telah lama menjadi kontroversi di dunia arkeologi. Sejarah mencatat bahwa Nuh diperintahkan Tuhan untuk membuat sebuah bahtera karena Tuhan berniat menurunkan hujan maha lebat ke bumi. Alkitab mengisahkan bahwa Nuh mentaati perintah tersebut dan tepat pada waktu yang telah ditentukan Tuhan, maka turunlah hujan yang sangat lebat ke muka bumi dan menenggelamkan semua makhluk hidup yang ada. Nuh beserta keluarganya dan binatang-binatang yang diselamatkannya kemudian mengapung bersama bahtera tersebut. Alkitab kemudian menceritakan bahwa bahtera tersebut kandas di puncak gunung Ararat.

Kisah yang bersumber dari Alkitab ini kemudian menjadi bahan perbincangan yang hangat di kalangan sejarawan dan arkeolog. Ada pihak yang mendukung bahwa kisah tersebut adalah nyata, namun ada juga yang menganggapnya hanya sekedar dongeng dari Alkitab. Namun, perdebatan tersebut kini berakhir dengan telah ditemukannya bukti-bukti ilmiah berkaitan dengan kisah tersebut. Sisa-sisa bahtera tersebut ditemukan pertama kali oleh seorang Kapten angkatan darat dari militer Turki. Ia menemukannya secara tidak sengaja pada waktu meneliti foto-foto wilayah pegunungan Ararat. Kemudian untuk mengkonfirmasi temuan tersebut, diundanglah ahli-ahli arkeologi dari Amerika Serikat untuk meneliti keabsahannya.

Pada ekspedisi ilmiah yang kemudian dilakukan pada ketinggian 7000 kaki, sekitar 20 mil sebelah selatan puncak gunung Ararat, mereka menemukan sebuah kapal sepanjang kira-kira 500 kaki yang telah membatu. Pengukuran yang kemudian dilakukan pada obyek tersebut menghasilkan suatu kesimpulan yang mencengangkan, karena ukuran panjang, lebar dan tinggi penemuan arkelogi tersebut sama persis dengan ukuran bahtera Nuh seperti yang tercantum di Alkitab. Saat ini, lokasi penemuan bahtera tersebut telah menjadi obyek wisata yang dapat dikunjungi semua orang.

Untuk lebih jelas foto/video singkat klik dibawah ini.
Lihat Video